Pengalaman membangun Start Up atau bisnis merupakan sesuatu yang sangat berharga karena dari sebuah pengalaman kita dapat belajar berbagai hal. Hari ini saya akan sharing tentang pengalaman bersama sahabat share dalam mengembangkan start up. Sahabat share sudah mengetahui apa itu start up? Yes, benar sekali start up adalah sebuah perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang teknologi, banyak arti mengenai apa itu start up, dan adapula yang mengartikan startup itu bukan hanya perusahaan teknologi tetapi seluruh perusahaan tahap awal/rintisan yang bergerak dalam bidang apapun itu dapat disebut dengan start up.
Kita mulai saja kisahnya gimana sih beratnya ngebuat sebuah startup, saya mulai membangun start up pertama saya pada saat saya keluar dari kuliahan sebagai freshgraduate. Saya adalah seorang lulusan dari salah satu universitas negeri di Kota Bandung.
Sebelum saya mengembangkan start up pertama saya pada waktu kuliah saya sering mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan start up. Saya selalu antusias dan bersemangat ketika saya mengikuti seminar start up tersebut dan saya selalu bermimpi untuk dapat membangun start up saya sendiri.
Kisah dibawah ini adalah kisah pertama saya dalam mengikuti lomba Indigo Incubator pada saat masih jaman-jaman kuliah dulu belum sampai memgembangkan aplikasi start up sendiri.
Pada suatu saat, saya bertemu dengan dua orang teman di BDV Bandung mereka berencana untuk mengikuti perlombaan start up yaitu Indigo Incubator yang diselenggarakan oleh perusahaan Telkom. Waktu itu kami tidak sengaja berpapasan dilorong pada waktu saya telah selesai shalat ashar. Kami bertegur sapa tanpa disengaja, dan kami mengobrol cukup mendalam mengenai start up. Pada waktu itu mereka membutuhkan seorang desainer/ hipster sebagai pelengkap dalam tim. Kami pun bertukar kontak agar lebih mudah untuk berkomunikasi. Kami pun melakukan pertemuan kedua di Ciwalk untuk membicarakan lebih mendalam mengenai rencana ide yang akan kami buat. Disana saya dikenalkan dengan beberapa anggota tim yang lain ya mungkin ada sekitar 5 orang dalam pertemuan itu.
Pada prosesnya semua tidak berjalan mulus, karena dalam mengembangkan sebuah start up kekompakan sebuah tim sangatlah penting. Tidak ada yang lebih penting daripada kekompakan sebuah tim dalam sebuah start up. Sebagus apapun ide yang kalian miliki, sebagus apapun bisnis yang akan kalian jalankan jika tim kalian tidak kompak jangan harap kalian bisa membangun start up yang ada mungkin sebelum kalian membuat sebuah start up tim kalian sudah bubar duluan. Itulah yang terjadi pada tim ini, pada saat proses perlombaan panitia menyusub beberapa rangkaian acara diantaranya seminar dan tugas setelah seminar tersebut. Tetapi sayang dan sangat disayangkan sekali , pada saat kami diberikan tugas dari panitia, anggota tim yang lain tidak kompak dan semua tugas dibebankan kepada leader tim. Dan dialah yang mengerjakan seluruh tugas yang diberikan panitia dan salahnya lagi dia mengerjakan seluruh tugas nya itu SKS (Sistem Kebut Semalam) hampir kaya kuliah aja hahaha.
Pada hari itu diapun meminta bantuan kepada saya dan saya pun mencoba untuk membatu semaksimal mungkin. Kami mengerjakan seluruh tugas dari panitia. Ada kesalah fatal kedua yang dilakukan oleh tim ini yaitu deadline, bisa disebut tim ini kurang disiplin mengenai waktu deadline. Kami mengerjakan tugas tersebut melewati waktu deadline yang diberikan oleh panitia yaitu sampai pukul 03.00 dan deadline tugas tersebut adalah 00.00. Dan sudah dapat dipastikan bahwa ide ini tidak akan berlanjut/di approve oleh panitia.
Pada prosesnya semua tidak berjalan mulus, karena dalam mengembangkan sebuah start up kekompakan sebuah tim sangatlah penting. Tidak ada yang lebih penting daripada kekompakan sebuah tim dalam sebuah start up. Sebagus apapun ide yang kalian miliki, sebagus apapun bisnis yang akan kalian jalankan jika tim kalian tidak kompak jangan harap kalian bisa membangun start up yang ada mungkin sebelum kalian membuat sebuah start up tim kalian sudah bubar duluan. Itulah yang terjadi pada tim ini, pada saat proses perlombaan panitia menyusub beberapa rangkaian acara diantaranya seminar dan tugas setelah seminar tersebut. Tetapi sayang dan sangat disayangkan sekali , pada saat kami diberikan tugas dari panitia, anggota tim yang lain tidak kompak dan semua tugas dibebankan kepada leader tim. Dan dialah yang mengerjakan seluruh tugas yang diberikan panitia dan salahnya lagi dia mengerjakan seluruh tugas nya itu SKS (Sistem Kebut Semalam) hampir kaya kuliah aja hahaha.
Pada hari itu diapun meminta bantuan kepada saya dan saya pun mencoba untuk membatu semaksimal mungkin. Kami mengerjakan seluruh tugas dari panitia. Ada kesalah fatal kedua yang dilakukan oleh tim ini yaitu deadline, bisa disebut tim ini kurang disiplin mengenai waktu deadline. Kami mengerjakan tugas tersebut melewati waktu deadline yang diberikan oleh panitia yaitu sampai pukul 03.00 dan deadline tugas tersebut adalah 00.00. Dan sudah dapat dipastikan bahwa ide ini tidak akan berlanjut/di approve oleh panitia.
Dugaan benar dua minggu kemudian pada saat pengumuman tim kami tidak masuk ke tahap pitching karena ketidak kompakan dalam tim.
Itulah kisah pertama saya mengikuti lomba start up, yang harus sahabat share garis bawahi adalah untuk dapat mengembangkan suatu start up kalian harus memiliki tim yang kompak karena dengan tim yang kompak kalian dapat saling bahu membahu dan membagi tugas dan ingat juga waktu deadline pengumpulan tugas jangan seperti tim yang saya ceritakan diatas.
Sekian untuk kisah ini masih banyak kisah lain yang saya tempuh dalam mengembagkan start up, banyak kegagalan yang terjadi tapi jangan pernah me
Sekian untuk kisah ini masih banyak kisah lain yang saya tempuh dalam mengembagkan start up, banyak kegagalan yang terjadi tapi jangan pernah me







0 comments:
Post a Comment