Search This Blog

Thursday, June 22, 2017

Validasi Masalah Pengrajin Tradisional (Pengalaman 2)

Hii sahabat share, kali ini kita akan melanjutkan kisah saya dalam mengembangkan start up. Kisah ini akan dimulai dari setelah saya mengikuti perlombaan Indigo Incubator dari sana saya memliki  cukup pengalaman dan pengetahuan bagaimana untuk mengembangkan sebuah start up tapi pada kali ini saya  mecoba untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang saya dapat untuk mengembangkan starup saya sendiri. Pertama saya lakukan adalah mencari  rekan untuk bersama-sama mengembangkan start up kami. Rekan saya ini adalah salah satu sahabat saya di kelas. Kami pun selalu bersama-sama. Setelah saya mencoba meyakinkan teman saya untuk bergabung, maka teman saya pun bergabung dengan saya untuk mengembangkan sebuah start up.

Gambar Sahabat Sejati

Kami pun mulai mencari masalah untuk kami selesaikan untuk mengembangkan sebuah start up. Ada satu masalah yang terlintas dibenak kami yaitu kurang nya perhatian pemerintah terhadap produk tradisional seperti kelom geulis, bangku dari rotan, payung geulis dan masih banyak lagi. Karena saya berasal dari daerah maka saya cukup mengerti kesulitan yang dialami para pengrajin tradisional. Beranjak dari sanalah kami mulai memiliki visi untuk membantu para pengrajin dalam mengembangkan produk mereka agar dapat dikenal oleh masyarakt di daerah lain dan tentunya dapat melakukan ekspansi keluar negeri. 

Kami pun mulai membuat pedoman wawancara untuk mengetahui apa kesulitan yang mereka alami dalam mengembangkan/memasarkan produk mereka, pada hari berikutnya kami mulai melakukan wawancara kepada para pengrajin yang berdomisili sekitar Kota Bandung.  Dari hasil wawancara itulah kami dapat mengetahui tanggapan dari pengrajin apa kesulitan yang mereka alami, tetepi setelah kami pikirkan kami pun butuh tanggapan dari masyarakat sebagai pembeli produk yang akan kami jual. Ternyata dalam wawancara yang dilakukan ide yang kami miliki tidak terlalu valid karena kurangnya antusias masyarakat dalam membeli produk berbau budaya/tradisional banyak masyarakat sekarang yang mencari produk modern seperti smartphone, LCD, Laptop, dll. Dari sanalah kami mulai berdiskusi mengenai pengembangakan ide tersebut.

Setelah kami pertimbangkan dengan matang ide tersebut memang kurang valid dan kami pun urung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena pada waktu itu kami akan menempuh semester 8 maka kami pun berhenti sejenak untuk focus terhadap skripsi dan PPL. Saya pun berencana kembali untuk mengembangkan produk saya setelah saya lulus dari Universitas. To Be Continue . . .
Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Arsip Artikel

Popular Posts